


Tujuan hidup harus ditetapkan mulai dari sekarang. Tujuan tersebut memberikan arahan mau dibawa kemana karier saya kelak. Saat ini mimpi pekerjaan ideal menurut saya adalah menjadi seorang analis di salah satu kantor konsultan manajemen terkenal. Namun sebenarnya saya memiliki mimpi yang lain yaitu ingin membuka restoran di luar negeri. Usaha restoran sebenarnya bukan hal yang asing karena ayah saya sudah memulai bidang ini terlebih dahulu. Namun entah kenapa usaha tersebut kurang berhasil. Padahal menu makanan yang kami tawaran bercita rasa tinggi. Bukan bermaksud menyombong namun memang seperti itu kenyataannya. Menu andalan yang akan saya tawarkan di restoran saya kelak adalah sate ayam kampung. Bagi saya resep makanan ini merupakan warisan budaya yang hendak saya lestarikan dan perkenalkan pada dunia.
Hidup penuh pilihan dan bagi saya hidup adalah menjalani konsekuensi dari setiap pilihan. Melalui pilihan saya membangun sebuah tujuan. Tujuan membangkitkan harapan. Dan harapan memberikan semangat untuk menjalani kehidupan. Harapan bagi saya tidak hanya datang dari sebuah tujuan hidup tetapi juga karena kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati yang membuktikan bahwa Dia hidup, membawa harapan bagi saya akan hari esok.
Without execution, vision is just another word for hallucination- Mark Hurd, HP's CEO
Apakah anda penyuka film musikal? Baru-baru ini saya menonton 3 film yang bersifat musikal dalam artian selain memang genrenya musikal di sisi lain juga menunjukkan kehidupan pemusik. Tanpa sengaja saya membeli DVD berjudul P.S I Love You, Once dan August Rush. Tanpa sengaja pula ketiga film ini memiliki satu benang merah yaitu menceritakan kehidupan seorang pemusik asal Irlandia, sebuah negara di sebelah barat Inggris yang beribukota di Dublin. Kalau dulu anda penggemar berat boysband Westlife, Boyzone pasti anda tidak asing dengan negara tersebut. Jika anda pemusik sejati dan sekarang tengah berjuang untuk menembus major label saya sarankan anda untuk menonton Once.
Apakah anda pernah mendengar grup band asal Indonesia bernama Efek Rumah Kaca?Band ini membuat lagu dari kenyataan industri musik indie dan major label berjudul Cinta Melulu. Mengapa banyak grup band yang bagus dalam bermusik tidak mau menembus major label salah satunya Efek Rumah Kaca?Karena menurut mereka jika memasuki major label semua musik yang mereka hasilkan harus sesuai dengan tuntutan pasar dan mereka terkadang melupakan ideologi bermusik mereka pada mulanya karena bayaran major label seakan memberi tuntutan pada mereka untuk bermusik seturut kemauan major label yaitu sesuai tuntutan pasar yang mayoritas berwarna sama yaitu cinta melulu. Jika saya menyangkutkan dengan mata kuliah Organizational Behavior yang sedang saya ambil di semester ini, kasus tersebut sesuai dengan salah satu konsep contemporary motivation concept yaitu Cognitive Evaluation Theory. Cognitive evaluation theory adalah teori yang menyatakan bahwa dengan mengalokasikan rewards ekstrinsik (segala reward yang didapat dari major label) untuk perilaku yang tadi hanya memperoleh rewards secara intrinsik (kepuasan bermusik sesuai ideologis bermusik) malah cenderung menurunkan keseluruhan tingkat motivasi. Sesuai teori ini, menembus major label bagi band seperti Efek Rumah Kaca malah akan menurunkan motivasi para pemusik indie tadi yang menembus major label karena berdasarkan teori tersebut apabila pemusik tersebut tidak dibayar maka dia punya kontrol penuh untuk bermusik sesuai keinginan mereka tapi jika dia dikontrak oleh major label dan dibayar seakan-akan diatur oleh major label tersebut (self control menurun).
Cobalah sekali-kali untuk mendengarkan lagu-lagu dari band-band indie yang pasti akan memberikan warna baru di telinga anda. Saya sudah mencoba menikmati potensi bermusik band-band indie negeri ini yang juga tidak kalah bagus dibandingkan band-band major label malah banyak yang lebih baik. Banyak juga band-band major label yang hanya menghasilkan one hit wonder, after that? GONE. Saya sering mendengarkan musik band-band indie tersebut di salah satu stasiun radio di Jakarta dan anda tahu apa yang saya lakukan saat mendengar cara mereka bermusik, saya berdecak kagum ckckckc, kata-kata GILA KEREN BANGET!!tak henti-hentinya terlontar dari mulut saya. Banyak band-band tersebut yang juga membawakan musik mereka dalam bahasa Inggris dan hasilnya apa?Dari beberapa yang pernah saya dengarkan saya berani jamin mereka bermain sekelas Kings of Convenience dan Interpol. Itulah sekilas keadaan umum pemusik indie negeri ini. Masih berminat menembus major label?
Itu kata pertama yang terlontar dari mulut gue. Kenapa?
Satu hal yang amat gue syukuri adalah dunia ini menyediakan banyak film2 bermutu untuk ditonton. Tidak sekadar ditonton, tapi dinikmati.
Hari ini gue menonton film berjudul "Wanted". Ga ada kata-kata yang bisa gue berikan selain ungkapan kalau film ini keren banget. Mulai dari jalan ceritanya sampai efek yang dibuat di sepanjang film selalu membuat decak kagum. Ckckckck...
Film ini bercerita tentang keberadaaan sebuah assassin fraternity yang berisi para pembunuh yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan manusia lain pada umumnya. Kemampuan itulah yang membuat mereka bisa direkrut menjadi anggota dalam fraternity tersebut. Film ini dibintangi oleh James Mc Avoy, Angelina Jolie dan Morgan Freeman. Wesley Gibson yang diperankan oleh James Mc Avoy yang merupakan seorang accounter (account manager) yang merasa bosan dan stress terhadap hidupnya selama ini. Memiliki seorang bos yang memperlakukan dia bagaikan budak dan seorang pacar yang berselingkuh dengan teman baiknya sendiri. Selama ini dia berpikir bahwa dia memiliki sebuah penyakit tapi sebenarnya itu karena darahnya berdetak lebih cepat dari kebanyakan orang dan adrenalinnya pun dipacu lebih banyak.
Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita bernama Fox yang dibintangi oleh Angelina Jolie. Intinya Wesley direkrut menjadi seorang anggota The Fraternity. Morgan Freeman berperan menjadi ketua dari The Fraternity yang mengatakan bahwa ayah Wesley baru saja dibunuh oleh mantan anggota The Fraternity bernama Cross. Lewat The Fraternity ini, Wesley bisa melakukan balas dendam kematian ayahnya.
Namun di penghujung cerita ternyata semua fakta tersebut adalah sebuah kebohongan yang membuat cerita ini berakhir di luar perkiraan. Tapi ada sedikit kekurangan, menurut saya pribadi, pada beberapa bagian ada gambar yang tidak jelas karena pergerakan film yang terlalu cepat. Jujur, hal ini sedikit mengganggu. Terlepas dari itu semua secara keseluruhan film ini keren.
Intinya, film ini masuk dalam list wajib tonton kalau memang anda senang dengan film bermutu. Kapan ya Indonesia bisa memproduksi film-film seperti ini?
Pernah merasakan keadaan dimana kepala penuh dengan sesuatu yang terus berdengung ga jelas? Itulah yang sedang gue rasakan beberapa hari ini. Setelah ditilik lebih teliti dan seksama ternyata salah satu lagu mas ganteng yang satu ini ngestuck di kepala gue terhitung hampir berhari-hari. Lagunya berjudul "Falling in Love at The a Coffee Shop". Menyadari betapa dia jangkung, cungkring nan sangat rupawan, bisa-bisa gue nih yang falling in love. Lagunya tipe-tipe relaxing, sweet, easy listening. Obviously it feels good to my ears.
Landon Pigg
Coffee Shop lyrics
I think that possibly, maybe I'm fallin' for you
Yes, there's a chance that I've fallen quite hard over you
I've seen the paths that your eyes wander down
I wanna come to
I think that possibly, maybe I'm fallin' for you
No one understands me quite like you do
Through all of the shadowy corners of me
I never knew just what it was
About this old coffee shop I love so much
All of the while I never knew
I never knew just what it was
About this old coffee shop I love so much
All of the while I never knew
I think that possibly, maybe I'm fallin' for you
Yes, there's a chance that I've fallen quite hard over you
I've seen the waters that make your eyes shine
Now I'm shinin' too
Because, oh because, I've fallen quite hard over you
If I didn't know you, I'd rather not know
If I couldn't have you, I'd rather be alone
I never knew just what it was
About this old coffee shop I love so much
All of the while I never knew
I never knew just what it was
About this old coffee shop I love so much
All of the while I never knew
All of the while
All of the while
It was you
"I will not recant anything, for to go against conscience is neither right nor safe. Here I stand, I cannot do otherwise"-Martin Luther. When defining what was right, there was no room for compromise...